Skip to content

Tamamul Minnah Shahih Fiqih Sunnah

April 4, 2010

Tamamul Minnah Shahih Fiqih Sunnah
Penulis: Asy-Syaikh Abu Abdurrahman ‘Adil bin Yusuf al-Azzazi
Fisik: buku ukuran sedang, Hardcover
Penerbit: Pustaka Sunnah
Harga: baru cetak 2 jilid dengan harga perjilid Rp 130.000
Pemesanan: 0817 250 686

Sesungguhnya Allah Ta’ala dengan segala hikmah-Nya telah memutuskan untuk mengutus para rasul kepada manusia, agar para Rasul ini menjadi suri tauladan bagi kaumnya masing-masing. Sehingga manusia dapat mengikuti petunjuk para rasul, mereka beramal seperti amal para rasul. Untuk itu, Allah telah menurunkan kitab kepada para Rosul ini agar diajarkan kepada manusia. Maka jadilah manusia beramal berdasarkan amalan para rasul ‘alaihimus salam.
Akan tetapi sebagian orang telah merubah risalah-risalah Allah, dimana mereka diperintahkan untuk menjaga risalah tersebut. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman
“Maka datanglah  sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam: 69)
Ketika Allah -dengan hikmah-Nya hendak menutup risalah dan mengakhiri nubuwwat/wahyu-Nya, Dia mengutus seorang rasul terakhir , kepadanya Dia turunkan kitab yang berisi hukum-hukum syariat Lalu rasul terakhir itu, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- mengamalkan isi tersebut dan menyampaikannya kepada umat. Sebagian  umatnya mengikuti isi kitab itu.
Dengan hikmah, ilmu, dan kuasa-Nya pula, Alloh Subhanahu Wa Ta’ala menjaga risalah ini, Allah menjadikan nash al-Qur’an tetap terpelihara, dan nash  as-Sunnah terpraktikkan. Maka manusia saat ini mendapati adanya nash (tulisan) dan praktik sekaligus. Dan para ulama-lah yang mentransfer ajaran al-Qur’an, as-Sunnah, dan pemahaman -sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah – kepada orang lain. Para shahabat telah memberikan pemahaman yang baik tentang agama kepada para tabi’in. Manusia mewarisi ilmu dari orang besar yang disampaikan melalui orang besar pula, dari satu generasi ke generasi berikutnya, sedangkan para ulama berjasa karena mereka berusaha agar ilmu mudah untuk dipahami. Dengan itu, maka berkembanglah berbagai macam disiplin ilim syari’at seperti ilmu fiqih dan ilmu ushul fiqih. Dan ilmu mereka tentang al-Qur’an, cara penulisan huruf dan makhrajnya pun berkembang, demikian pula halnya dengan hadits, karena keduanya merupakan sumber hukum.
Karena itu pula bermunculanlah ilmu fiqih dan madzhab-madzhab fiqhiyah yang berbeda-beda, dan para ulama’ berlomba untuk beristhinbath (mengeksplorasi al-Qur’an dan as-Sunnah untuk menentukan suatu hukum) yang benar berdasarkan nash nash al-Qur’an dan as-Sunnah tersebut, dan membatasi pemahaman mereka dengan apa yang telah diamalkan para salafus shalih.
Para ulama pula yang mengumpulkan nash-nash atau naskah-naskah perkataan, perbuatan, dan taqrir Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- , sehingga ia menjadi rujukan bagi para ulama -di samping al-Qur’an- untuk menentukan dan memahami suatu hukum.
Akan tetapi, seiring berjalannya sang waktu, maka manusia lebih senang bertaqlid buta tanpa memahami dalilnya. Mereka fanatik dengan pendapat para ahli fiqih, seolah-olah para pengikut madzhab setiap madzhab memiliki imam tersendiri yang khusus diutus kepada mereka, hingga berkembanglah sikap taqlid buta dan ta’ashub (fanatisme golongan) yang kronis.
Karena itu dapat Anda jumpai setiap masa dari masa-masa keemasan Islam, orang yang mengingatkan agar kembali kepada fiqih Islam dan ushulnya, kembali kepada nash-nashnya, sehingga perpustakaan-perpustakaan islam penuh dengan nash-nash fiqih yang terkumpul disana, disamping banyak juga kitab-kitab yang telah disyarah.
Para ulama di setiap generasi senantiasa berusaha keras agar ilmu mudah dipahami dan dipraktikkan. Mereka telah menyusun banyak kitab, yang telah tersebar ke seantero dunia.
Inilah diantara sebagian buku yang insya Alloh membantu kita  memahami fiqih islam berdasarkan nash-nash al-Qur’an dan as-Sunnah yang shahih.
Kitab Fiqih Sunnah adalah sebuah karya tokoh ulama’ salaf yang cukup populer yaitu Asy-Syaikh Abu Abdurrahman ‘Adil bin Yusuf al-Azzazi, ini adalah sebuah karya yang jarang sekali kita temukan karena menyangkut permasalahan fiqih dengan dalil-dalil al-Qur’an dan as-Sunnah as-Shahih sehingga bisa dikatakan bahwa karya ini adalah sebuah ensiklopedi ringkas dan padat dari kitab fiqih. Ketika kita mempelajari serta membacanya maka secara otomatis kita telah mempelajari dua kitab penting yaitu kitab fiqih dan kitab hadits, karena ensiklopedi ini adalah dua gabungan disiplin ilmu yang fiqih dan hadits, bukan hanya sekedar hadits namun hadits yang rajih dan pendapat yang rajih pula.
Kitab ensiklopedi yang sangat konprehensif (menyeluruh) ini memuat segala permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat dari persoalan Thaharah, Nikah, Haji, sampai permasalahan Jual-beli, Jinayah (kriminalitas), Jihad, dan Aiman (Sumpah-sumpah) serta segudang topik pembahasan lainnya, tentunya metodologi ringkas dan terarah yang dipakai oleh penulis kitab ini sangat membantu pembaca dalam mengupas permasalahan fiqih dengan cara yang sangat mudah dan sistematis.
Maka tidak diragukan kitab Shahih Fiqih Sunnah ini adalah kitab yang wajib dimiliki seorang da’i, muballigh, kaum terpelajar atau masyarakat umum lainnya, karena kitab ini sarat dengan nilai keilmuan yang sangat padat dan kandungan yang membuat umat Islam cukup untuk membekali dirinya dalam memberikan solusi/jawaban secara syar’i dalam kehidupan sehari-hari.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: