Skip to content

Syarah Adabul Mufrod [jilid 1]

April 4, 2010

Syarah Adabul Mufrod [ jilid 1]
Judul asli: Rasysyul barad Syarh Al Adabil  Mufrod
Penulis: Syaikh Abu Abdillah Muhammad Luqman As Salafi
Fisik: buku ukuran sedang, hardcover.600 hal
Penerbit: Griya Ilmu
Harga: Rp 100.000
Pemesanan: 0817 250 686

Dalam kitab-Nya yang mulia, Allah telah memberitakan kepada kita bahwa  Islam merupakan agama yang diridhai di sisi-Nya, agama yang paripurna dan menyeluruh. Allah Ta’ala berfirman dalam surah Ali ‘Imran 19:
‘Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam ….” (Ali ‘Imran: 19)
Dan dalam surah al-Ma’idah Allah berfirman:
“… Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku-cukupkan untukmu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam menjadi agama bagimu ….” (Al-Ma” idah: 3)
Salah satu bukti yang menunjukkan kesempumaan Islam adalah bahwa Allah dan Rasul-Nya menjabarkan setiap perkara yang dibutuhkan oleh  pribadi Muslim, baik dalam peribadahan kepada Rabb-nya, penunaian hak-Nya dan dorongan agar senantiasa berhubungan dengan-Nya. Begitu pula Allah dan Rasul-Nya telah menjabarkan segala sesuatu yang dibutuh-kan hamba-Nya untuk memperbaiki pribadi; hubungan kekeluargaan dan sosial kemasyarakatan. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  dan Rasul-Nya telah menganjurkan umat agar berperilaku dengan akhlak yang mulia, berperangai dengan adab yang sopan dan menghiasi diri dengan berbagai sifat terpuji. Kedudukan Akhlak Islam dan Adab yang Mulia dalam Islam
Akhlak dan adab yang mulia memiliki porsi besar dalam Islam, karena Islam adalah agama yang menghimpun seluruh kebaikan. Allah Ta’ala telah melukiskan Nabi-Nya -Sholallahu Alaihi Wassalam-  dalam rangka memuji dan menyanjung beliau dengan firman-Nya:
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al-Qalam: 4)
Hal ini berarti akhlak yang mulia memiliki kedudukan yang penting dalam Islam.
Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda:
“Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.”
Beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam-  juga bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya.”
Beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam-  bersabda:
“Amalan yang timbangan pahalanya paling berat kelak adalah akhlak yang baik.”
Berbagai hadits lain menunjukkan bahwa beliau  menyeru dan mendorong umatnya agar berakhlak mulia dan bertatakrama dengan santun. Sebaliknya, beliau tidak suka jika mereka berakhlak buruk.
Imam Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa adab Islam terbagi tiga:
Pertama, adab terhadap Allah Ta’ala yang akan menjaganya untuk tidak berlaku  kurang ajar terhadap-Nya.   Demikian pula hal  itu  akan melindungi hatinya agar tidak berpaling kepada selain-Nya dan menjaga keinginannya dari segala sesuatu yang dapat memancing kemurkaan Allah kepadanya.
Kedua, adab terhadap Rasulullah . Hal ini telah dipaparkan secara gamblang dalam al-Qur-an. Adab yang paling utama terhadap Rasulullah adalah tunduk dan patuh pada perintahnya serta menerima dan membenarkan sabdanya. Di antara adab terhadap beliau  adalah tidak menduakan (dengan orang lain) dalam perintah, larangan, persetujuan dan tindakan. Begitupula termasuk adab terhadap beliau adalah tidak mengeraskan suara melebihi suara beliau. Segala hal tersebut merupakan sebab yang dapat memusnahkan amal. Maka tentulah mengedepankan/mengutamakan logika dan produk pemikiran dari tuntunan beliau lebih mampu memusnahkan amalan.
Ketiga, adab terhadap sesama makhluk. Yaitu berinteraksi dengan mereka sesuai dengan martabat yang mereka miliki, karena masing-masing memiliki adab tersendiri. Oleh karena itu, ada adab tersendiri ketika berinteraksi dengan orang tua, pengajar, penguasa, kerabat, tetangga, rekan, tamu dan keluarga.
Begitu pula di setiap kondisi berlaku adab khusus. Ada adab khusus yang berlaku ketika makan, minum, berkendara, masuk dan keluar rumah, bersafar, iqamah, tidur, berbincang, diam dan menyimak.
Adab yang ada dalam pribadi seseorang merupakan ciri kesuksesan dan kebahagiaan. Sebaliknya, rendahnya adab merupakan ciri kehancuran dan kesengsaraannya. Kebaikan dunia dan akhirat akan direngkuh dengan adab santun yang dimiliki seseorang, begitupula kesengsaraan dunia dan akhirat akan terjadi disebabkan rendahnya adab.
Apabila Anda mempelajari Islam secara mendetail maka Anda akan mengetahui bahwa Allah Ta’ala menegakkan dakwah Islam di atas pondasi yang kokoh berupa akhlak yang mulia, adab yang santun dan berbagai sifat terpuji. Allah menjelaskan bahwa akhlak mulia merupakan pondasi seluruh kebaikan dan kunci untuk menggapai segala kebaikan, keberuntungan dan kesuksesan. Dia juga menjelaskan bahwa umat Islam tidak akan mengalami kemajuan melainkan dengan menggapai dan melaksanakan derajat akhlak yang tertinggi. Umat Islam tidak akan terjerumus ke dalam jurang kebinasa-an kecuali telah rusak akhlak dan adab mereka terhadap Allah, Rasul-Nya dan sesama makhluk. Sungguh indah sya’ir berikut:
Oleh karena itu, Islam menaruh perhatian ekstra dalam mendidik umat di atas akhlak dan adab yang mulia. Begitupula al-Qur-an yang mulia dan Sunnah Nabi sangat memperhatikan hal tersebut. Bahkan para ulama penyusun kitab hadits telah mengkhususkan beberapa bab atau pasal dalam kitab mereka untuk menjelaskan berbagai adab dan adab tersebut. Di antara mereka ada yang menyusun kitab yang secara khusus membahas berbagai adab Islami dikarenakan hal tersebut sangat penting dalam kehidupan seorang muslim.
Kitab al-Adabul Mufrod dan Arti Penting Mempelajarinya
Di antara kitab tersebut adalah kitab al-Adabul Mufrad karya Amirul Muvminin fil Hadits, Abu ‘Abdillah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari -rahimahulloh-  (penulis kitab at-Tarikhul Kabir, al-Jami’ush Shahihil Musnad min Haditsi Rasulillah -Sholallahu Alaihi Wassalam-  yang populer dengan judul Shahih al-Bukhari dan berbagai kitab yang sarat faedah lainnya). Dalam kitab tersebut, al-Bukhari telah mengumpulkan berbagai (hadits Nabi  yang menggambarkan berbagai bentuk) sifat dan adab terpuji yang sangat dibutuhkan pribadi muslim ketika bermukim dan bepergian, atau adab yang dibutuhkan ketika berada di tengah keluarga dan tetangga serta segala sesuatu yang erat kaitannya dengan kekerabatan dan kemasyarakatan.
Penulis kitab Fadhlullahish Shamad mengatakan, “Kitab al-Adabul Mufrad karya Amirul Mukminin fil Hadits, pakar ‘ilal (cacat yang tersembunyi dalam hadits) di masa dulu dan sekarang, penjaga Islam dan kaum muslimin, pemuka para ahli hadits, al-Imamul Himam Abu ‘Abdillah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari semoga Allah melimpahkan karunia kepada-Nya, rnerupakan salah satu karya yang sangat bermanfaat. Tidak ada kitab yang serupa dengan kitab yang berukuran kecil dan bermuatan ilmu yang melimpah ini. Kitab ini menghimpun berbagai riwayat seputar adab dan akhlak mulia yang berasal dari Nabi -, para pemuka Shahabat dan para ulama. Kitab ini rnerupakan salah satu karya terbaik yang pernah ditulis, disusun dengan sangat sistematis serta sangat layak dipelajari. Akan tetapi, seorang penuntut ilmu mestilah tergolong cerdas, terkadang tidak mampu mengetahui kedudukan kitab ini dan hanya sedikit yang mampu memetik berbagai hikmah dan mutiara berharga yang terkandung di dalamnya.

Inilah Edisi terjemah dari Rasysyul barad Syarh Al Adabil  Mufrod, sebagai penjelas dari kitab adabul mufrod Imam al Bukhari, yg ditulis oleh Syaikh Abu abdillah Muhammad Luqman As Salafi, salah satu murid Syaikh Abdul Aziz bin Baaz -rahimahulloh- , yang saat ini ada di Jumiah Al Imam Ibnu Taimiyah dan markaz dakwah Al Allamah Ibnu Baaz Lid Dirasatil Islamiyyah, As Salam, India.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: