Skip to content

Fikih Shalat Lengkap Menurut 17 Imam Besar

April 4, 2010

Fikih Shalat Lengkap Menurut 17 Imam Besar
Penyusun: Ibnu Amin Yain, Abu Yasmin
Fisik: Buku ukuran sedang, Hardcover, 756 hal
Penerbit: Pustaka Azzam
Harga: Rp 145.000
Pemesanan: 0817 250 686

Sepintas lalu, gerakan dalam shalat, seperti berdiri, ruku, dan sujud, bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan, dan bacaan-bacaannya pun bukanlah sesuatu yang sulit dipahami. Shalat juga tidak membutuhkan biaya dan tenaga yang besar, bahkan tidak menyita banyak waktu dari keseharian setiap orang. Tepatnya, shalat adalah ibadah yang mudah dilakukan, dan lebih sederhana dari ritual ibadah lain seperti zakat, puasa, dan haji.
Lantas, bagaimana ibadah shalat yang hampak ringan ini dinyatakan sebagai “tiang agama”, yang dengan melakukannya berarti telah menegakkan agamanya, sedangkan yang lalai berarti telah menghancurkan agamanya? Mengapa shalat sangat istimewa hingga perintah shalat harus diterima langsung oleh Rasulullah tanpa melalui Jibril, tidak seperti kewajiban lain? Mengapa hukuman bagi yang meninggalkan shalat sangat berat, hingga dinyatakan kafir? Lantas, bagaimanakah shalat yang benar, yang dapat memberikan ketenteraman, meredam emosional, mendidik kesabaran, dan mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar? Buku ini adalah hasil upaya penyusunan hal-hal yang berkaitan dengan shalat, mulai dari ulama klasik hingga kontemporer, yang merupakan perpaduan sinergis dan kuat dalam berbagai seluk-beluknya.
Uraian di dalamnya disertai dengan dalil-dalil yang telah di-tahqiq, hingga memiliki landasan otoritatif, baik dari Al Qur’an man pun Sunnah. Bersumber dari kitab fikih sholat dari 17 Ulama : Imam Al Bukhari, Muslim, Malik, Asy Syafii, An nawawi, Ibnul Qoyyim, Ibnul Hajar, Ibnu Rusyd, Ibnu Hazm, Asy Syaukani, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Qodamah, Ibnu Khuzaimah dan lainnya -rahimakumulloh–
Dalam buku ini, shalat tidak hanya dipaparkan dari aspek ritualnya saja, melainkan meliputi makna terdalam dari gerakan-gerakan dan bacaan yang tidak lazim diuraikan dalam tradisi kitab-kitab fikih. Buku ini disusun untuk menjadi rujukah mengenai shalat, yang harus dikerjakan sebagaimana mestinya.
Ritual shalat tidak dapat digantikan. Selama hayat masih dikandung badan, seorang muslhn berkewajiban melaksanakannya, dalam kondisi apa pun. Shalat dinyatakan sebagai mi’raj kaum muslim, yang menjadi perkara pertama yang akan dipertanyakan pada Yaumul Hisab kelak.
“Katakanlah ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam’.” (Qs. Al An’aam: 162)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: