Skip to content

Ensiklopedi Fiqih Praktis [3 Jilid Lengkap]

April 4, 2010

Ensiklopedi Fiqih Praktis [ 3 Jilid Lengkap]
Judul asli : al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah fii Fiqhil Kitaab was-Sunnah al-Muthahharah”
Penulis : Syaikh Husain bin ‘Audah al-’Awaisyah
Fisik : buku ukuran besar 21 x 29.5 cm, hardscover, 766 halaman
Penerbit : Pustaka Imam Syafii
Harga Rp 150.000/jilid
Pemesanan : 0817 250 686

Menuntut ilmu adalah kebutuhan setiap muslim yang tak dapat ditinggalkan. Di samping merupakan perintah agama, nuntut ilmu juga dapat memberikan manfaat yang besar dan banyak bagi penuntutnya, baik di dunia maupun di akhirat. Di antara manfaatnya adalah, Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu lebih tinggi dari yang lain.
Alloh Azza wa Jalla berfirman:
“… Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diheri ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11)
Lebih-lebih, bila yang dituntut adalah ilmu agama sehingga dia dapat memahami ajaran agamanya secara lebih mendalam, maka ia akan mendapatkan banyak kebaikan dan Alloh Azza wa Jalla  , sesuatu yang tidak dapat dicapai kecuali dengan cara itu, sebagaimana sabda Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam berikut ini:
Dari Mu’awiyah -rodliallohu anhu-  , bahwa dia mendengar Rasulullah  bersabda:
“Barang siapa yang Allah kehendaki mendapatkan kebaikan maka Dia akan menjadikannya faqih/faham dalam urusan agamanya.” (HR. Al-Bukhari)
Hadits di atas mengisyaratkan makna bahwa di antara tolok ukur kebaikan seseorang adalah kefahamannya dalam hal agamanya. Semakin baik ilmu agama seseorang semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan kebaikan yang banyak dan Alloh Azza wa Jalla .
Sebaliknya, semakin sedikit ilmu agama yang dimiliki dan dikuasamya semakin kecil pula kemungkinan baginya untuk mendapatkan kebaikan dari-Nya. Dengan kata lain, apabila seseorang menginginkan kebaikan yang banyak dari Alloh Azza wa Jalla, hendaknya ia memperdalam ilmu agamanya. Dan, salah satu caranya adalah dengan membaca dan menelaah karya-karya para ulama di sepanjang masa yang telah dibukukan dan diterbitkan dalam bentuk kitab-kitab.
Di antara kitab-kitab yang membahas ilmu agama secara mendalam berdasarkan al-Qur-an dan as-Sunnah adalah kitab fiqih. Kitab fiqih ini memuat hukum-hukum praktis berkaitan dengan seluk beluk dan tatacara ibadah seorang Muslim terhadap Alloh Azza wa Jalla , juga hukum-hukum muamalah antara sesama mereka dalam kehidupan sehan-hari berdasarkan pada al-Qur-an dan Sunnah Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam Membacanya.
dan mendalami isinya akan melahirkan banyak manfaat dan kebaikan dunia dan akhirat.
Dalam rangka membantu ummat Islam untuk mendalami ajaran agamanya -khususnya berkaitan dengan ibadah praktis sehari-hari dan muamalah antar sesama mereka-inilah sebuah buku fiqih yang berjudul “Ensiklopedi Fiqih Praktis Menurut al-Qur-an dan as-Sunah”. Buku ini merupakan terjemahan dari kitab fiqih berbahasa arab yang berjudul “al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah fii Fiqhil Kitaab was-Sunnah al-Muthahharah” karya Syaikh Husain bin ‘Audah al-’Awaisyah, belia salah satu murid terbaik Syaikh Nashiruddin Al Albani -rahimahullah-
DiBandingkan buku fiqih lainnya, buku ini memiliki kelebihan sebagai berikut:

  1. Buku ini merupakan buku fiqih yang ditulis dan disajikan secara cukup ringkas, tetapi isinya menyeluruh sehingga pantas disebut sebagai Ensiklopedi.
  2. Bobot isi buku ini tidak perlu diragukan lagi karena kesimpulan hukumnya hanya berlandaskan pada al-Qur-an dan as-Sunnah yang shahih serta pendapat para ulama-ulama Salaf yang representatif.
  3. Buku ini terbebas dari fanatisme madzhab karena penulisnya tidak condong kepada salah satu madzhab fiqih tertentu meskipun tetap menghargai pendapat-pendapat madzhab tersebut.
  4. Buku ini bisa menjadi pembanding buku “Fiqih Sunnah” karya Syaikh Sayyid Sabiq  yang telah beredar terlebih dahulu di pasaran, sehingga saling dapat melengkapi.
  5. Dalil-dalil berupa hadits dan atsar yang ada di dalam buku ini disandarkan pada takhrij Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, seorang ulama pakar hadits abad ini.
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: